Haruskah dokter membantu orang yang HIV untuk dapat memiliki bayi ? Sebelum konsep U=U (tidak terdeteksi = tidak menularkan) ditemukan, prosedur “mencuci sperma” pria yang HIV dilakukan untuk mencegah penularan HIV ke pasangannya dan calon bayi.

Prinsip di balik prosedur ini sederhana: HIV menginfeksi beberapa sel yang ditemukan dalam air mani, tetapi tidak dapat menginfeksi sperma itu sendiri. Jadi sampel air mani dan sperma dari pria yang terinfeksi HIV akan mengalami dua proses: pertama, air mani diputar dalam centrifuge untuk memisahkan sperma. Kemudian sperma yang terkonsentrasi dipaksa untuk berenang melalui gel, secara efektif mencuci mereka dan meninggalkan semua bahan yang terkontaminasi HIV. Setengah sperma kemudian diuji untuk melacak HIV. Jika hasil tes negatif, separuh lainnya diinseminasi ke dalam pasangannya.

Baca juga:  Angka TBC Indonesia Terbesar Ketiga di Dunia, tapi Pengobatan Minim

Untunglah sekarang setelah konsep U=U telah ditemukan dan terbukti secara klinis, kita tidak perlu lagi membayar mahal untuk dapat miliki anak.

Sumber: ODHA Berhak SehatODHA Berhak Sehat

Leave a Reply